Pelajaran dari Pohon Penghasil Minyak Gaharu

Suatu hari aku pernah mengeluh pada seorang teman.

“Kuliah ni lama lama gak seru! Tiap hari ada aja tugasnya. Bukan tiap hari lagi, tapi tiap mata kuliah dan tiap pertemuan. Tugasnya tuh kadang bikin repot,, makalah, presentasi… pokoknya yang menyita banyak waktu gitu lah ngerjainnya tuh. Blom lagi laporan praktikum yang gak pernah enggak bikin repot…”

“emang kamu maunya gimana?”

“ya,, yang gak ngerepotin gitu lah. Aku bisa makan 3 kali dan tidur 7 jam sehari dengan tenang… aku sempet mbaca novel novel ku juga,, ni udah dua bulan tapi blom ada novel yang selesai ku baca lho…”

“Kamu tau minyak gaharu?”

Aku mengangguk.

“iya, kamu juga sudah tau cara pembuatan minyak gaharu. Pohon penghasil minyak harus ditoreh, supaya dia terinfeksi oleh mikroba dan dia akan mengeluarkan senyawa fitoaleksin untuk mempertahakan diri dari penyakit yang mungkin dihasilkan oleh mikroba. Dan senyawa itu yang berbau harum yang dipanen sebagai bahan untuk membuat minyak wangi. Dan pohon yang dah ngeluarin minyak gaharu tuh gak bagus yah? Dah banyak batang yang lembek lembek juga gitu kan yah?”

Aku mengangguk lagi.

“itu sama kayak kita gak sih? Kamu jadi kurus gitu karena kurang makan, trus mata berkantung karena kurang tidur. Aku badanku juga jadi bengkak gara gara kebanyakan ngemil buat begadang. Pohon penghasil minyak gaharu itu, kalo gak ditoreh, dia bagus kali… rindang gitu… tapi begitu ditoreh dan dikasih mikroba, ya jadi jelek. ”

“masalahku tuh bukan di badan cuy, tapi capek… bosen…”

“Kamu yakin gak sih kalo tanaman itu hidup?”

“iya donk.”

“emang dia mau ditoreh toreh gitu? Gak kan? Kita juga,, anggaplah tugas ma laporan itu torehan buat kita. Infeksinya apa? Ya kita jadi capek, bosen, dan lain lain. Tapi apa hasil yang kita dapat? Kita jadi wangi, kita menghasilkan sesuatu yang bisa berguna buat orang lain. Coba minyak gaharu, dia berguna kan buat orang lain? Buat dupa, minyak wangi, kosmetik, obat, dan lain lain. Coba aja kalo pohon itu gak ditoreh? Dia rindang,, bentuknya bagus. Tapi dia kan gak menghasilkan sesuatu yang banyak banget manfaatnya kayak minyak gaharu itu. Ya, intinya minyak gaharunya gak keluar… Kita ni lagi ditoreh dan terinfeksi. Ya gak apa. Jalanin aja… dinikmatin aja… semoga hasilnya kita juga bisa berguna buat diri kita sendiri dan orang lain.”

“amien.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.