Sehari Jadi Relawan di Muntilan

Hari ini seharusnya aku dan teman teman dari goodreads rencananya ingin plesir ke candi Ijo karena kita sangat penasaran dengan candi itu tapi karena beberapa hari sebelum hari ini terjadi bencana gunung Merapi meletus maka kami berubah haluan menjadi relawan ke daerah pengungsian.

Kami berkumpul di terminal jombor pagi ini jam 8. Di sana ternyata aku tidak hanya berangkat dengan teman teman goodreads saja, tetapi juga dengan teman teman dari komunitas blogger yang jumlahnya mungkin jika ditotal menjadi 15an orang. Setelah pembagian transportasi, kami segera menuju ke daerah Muntilan, yang menjadi daerah sasaran kami dengan membawa beberapa bantuan seperti popok bayi, masker, buku buku cerita anak-anak, mainan, susu, dan yang lainnya. Kami mempersiapkan diri untuk mengajak anak – anak mengisi kekosongan waktu mereka dengan menggambar sehingga kami membawa kertas dan krayon juga.

Di muntilan, Jawa Tengah, kami singgah di coordinator wilayah (rumah pelangi) di sana untuk didistribusikan kembali ke posko pengungsian. Karena banyaknya jumlah kami, kami dibagi dalam 2 kelompok untuk ditempatkan di posko yang berbeda. Aku dengan 4 orang teman di tempatkan di posko yang terletak di sebuah SD negri yang disulap menjadi tempat pengungsian dan dapur umum. Yang bisa kami lakukan adalah melakukan pendampingan pada anak anak untuk mengisi kekosongan waktu mereka.

Ternyata, di tempat itu, jumlah anak anaknya jauh lebih banyak dari bayangan kami sebelum di tempatkan. Anak anak itu jumlahnya hampir seratus orang. Kami yang hanya berlima menjadi bingung. Akhirnya, kami membagi anak tersebut dalam 2 kelompok besar dan menyuruh mereka menggambar. Aku sedikit merasa sungkan pada anak anak itu, karena mereka bisa berbicara dengan bahasa jawa halus pada sesama mereka. Aku saja, kadang jika sedang mengomel dengan ayahku, aku berbicara dengan bahasa jawa kasar. Selebihnya, aku berbicara bahasa Indonesia dengan orang tuaku. Sebelum itu, kami membagikan susu pada anak – anak tersebut. Aku agak terkejut karena mereka saat itu aku sedikit terperanjat. Sebab mereka ternyata agak anarki. Ketika temanku membuka kerdus susunya, mereka langsung mengerumuni temanku dan berebut.

Saat disuruh menggambar, semua anak di kelompok yang aku pegang, menggambar gunung. Aku benar benar terpana. “mereka ni kenapa yah?” aku hanya bertanya dalam hati, “mereka ni anak anak gunung, jadi kalo disuruh nggambar adanya gambar gunung ma sawah. Kalo anak pantai, apakah mereka jika disuruh nggambar juga bakal nggambar gunung? Atau mereka bakal nggambar ikan yah?” sebenarnya jujur saja, dulu waktu SD (mungkin sampai sekarang). Jika aku disuruh menggambar, aku bakal menggambar sama dengan mereka: gunung, sawah yang ada sungainya lalu rumah dan ada petaninya. Karena memang dengan pemandangan itu aku dibesarkan. Bahkan sampai saat ini pemandangan itulah yang menghiasi setiap hariku.

Saat itu lalu datang ibu ibu (yang menurut temanku adalah ibu ibu pejabat dari badan *** (sensor. Hehe)). Mereka berfoto foto ala foto narsis. Lalu menyerahkan bantuan berupa mainan secara simbolis. Disitu gak masalah sih. Masalahnya, mereka itu minta difoto saat penyerahan bantuannya itu di tengah anak anak yang sedang berkegiatan. Lalu langsung pergi. Tanpa menemui coordinator di posko tersebut. Dari situ aku berfikiran buruk pada mereka. “Kayaknya mereka tuh Cuma pingin safari aja deh…” gak baik sih berfikiran buruk, siapa tau mereka bener bener sibuk. Tapi orang sibuk gak akan sempet foto foto ala narsis kan??

Selesai acara menggambar, lalu salah seorang temanku membacakan buku untuk mereka. Setelah itu, ada seorang ibu yang memandu anak anak untuk bernyanyi. Setelah itu kami membagikan bantuan logistic dan langsung pulang ke Jogja. Sebelum kembali ke jogja, kami mampir ke rumah makan lembah ngosit. Di sana selain makan kami berkenalan dan saling bercerita karena memang ada teman teman yang baru pertama kali itu bertemu, tentu saja itu diluar dari pertanyaan rutin, “Sekarang lagi baca buku apa?”.

Beberapa gambar dari anak anak di pengungsian:

Keren ni gradasi warnanya…

Advertisement

3 Comments (+add yours?)

  1. Rosita
    Oct 31, 2010 @ 12:30:42

    :) hello mei..
    tulisannya bagus..

    Reply

  2. septika
    Nov 01, 2010 @ 06:19:50

    Meiiii…nyesel bgt aq lg di Jkta,,jd ga bisa ikutan hiks.. :( (
    salam buat mba Iyut & tmn2 Goodreads Jogja lainnya ya… ^.^

    Reply

  3. kotakpermen
    Nov 14, 2010 @ 03:33:48

    Masih tertarik jadi relawan? Perpustakaan keliling kantorku tiap senin sampai sabtu keliling dari posko ke posko lo ngajak anak2 baca dn bermain.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.